Assessing Cybersecurity Trends and Threats in the US and Indonesia

Map Unavailable

29 March, 2021


March 29, 2021 (US) | March 30, 2021 (Asia)

Session 2 of the “Adapting to COVID-19: Indonesia, the United States, and the Indo-Pacific”
Virtual Forum Series

Simultaneous interpretation (English-Indonesian) will be provided.

Click here to convert the event time to your local time zone.

Register for this public Zoom Webinar at: http://bit.ly/pf-us-idn-2


Selasa, 30 Maret 2021 08:30-10:00 WIB di Zoom

Seri Forum Virtual “Beradaptasi dengan COVID-19: Indonesia, Amerika Serikat, dan Wilayah Indo-Pasifik” 

Sesi 2: Asesmen Tren Keamanan Siber di Amerika Serikat dan Indonesia 

Acara akan berlangsung dalam Bahasa Inggris. Akan tersedia interpretasi simultan menggunakan Zoom ke Bahasa Indonesia

Silakan klik di sini untuk konversi waktu acara ini ke zona waktu di mana Anda berada.

Webinar ini akan terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan di platform Zoom: berikut tautan untuk pendaftaran http://bit.ly/pf-us-idn-2


Featuring

Juan Hardoy
Assistant General Counsel, Digital Crimes Unit, Microsoft

Elina Noor
Director, Political-Security Affairs & Deputy Director, Washington, DC Office, Asia Society Policy Institute

Ardi Sutedja
Chairman & Founder, Indonesian Cyber Security Forum

 

Pembicara

Juan Hardoy
Wakil Penasihat Umum, Unit Tindak Kriminal Digital, Microsoft

Elina Noor
Direktur Bidang Politik-Keamanan & Wakil Direktur Kantor Washington DC Asia Society

Ardi Sutedja
Ketua dan Pendiri Indonesian Cyber Security Forum


About this Session

This webinar will focus on current trends in regional cybersecurity. The United States and Southeast Asia have witnessed a spike in cyber crimes since the beginning of the COVID-19 pandemic. COVID-19 is being used to spread disinformation as well as to conduct financially motivated malicious campaigns including email spam, business email compromise (BEC), malware, ransomware, and malicious domains. Across the US and Southeast Asia, ransomware attacks have been targeting healthcare, education, transport, and manufacturing sectors. Recent attacks have also targeted critical infrastructure worldwide, such as hospitals and vaccine research labs.

The Indonesia National Cyber and Encryption Agency (BSSN) found that during January-August 2020, there were 190 million cybercrime attempts in Indonesia, four times more than in the same period of the previous year. Moving forward, it is important for Indonesia to create and support a strategic cyber environment, create safe and secure national cyber infrastructure, enhance cyber competitiveness and innovation, and build awareness and sensitivity to national security and resilience in cyberspace. Thus, this session will discuss current trends in the cybersecurity of critical national infrastructure, the rise of cybercrime in the new normal, and examine potential avenues for enhanced cooperation between the United States and Indonesia.

Deskripsi Program

Acara webinar ini akan berfokus kepada tren-tren regional terkini terkait isu keamanan siber. Sejak awal pandemik COVID-19, Amerika Serikat dan Asia Tenggara mengalami peningkatan tingkat kriminalitas siber. COVID-19 digunakan untuk menyebarkan disinformasi dan juga sebagai modus kejahatan finansial misalnya tautan spam, kerentanan surel bisnis (business email compromise/BEC), malware, ransomware, dan situs internet yang rawan ancaman virus dan sebagainya. Di Amerika Serikat dan Asia Tenggara, serangan menggunakan ransomware telah menyasar fasilitas-fasilitas di berbagai sektor misalnya kesehatan, pendidikan, transportasi, dan manufaktur. Serangan-serangan terkini juga telah menyasar infrastruktur kritis di tataran global seperti rumah sakit dan laboratorium riset vaksin COVID-19.

Di Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat bahwa pada periode Januari – Agustus 2020 terjadi 190 juta percobaan tindak kriminal siber di Indonesia, empat kali lipat lebih banyak dibandingkan yang terjadi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ke depannya, sangat penting bagi Indonesia untuk membangun dan menjaga lingkungan siber agar senantiasa strategis dan kondusif, memastikan infrastruktur siber nasional tetap terjamin keamanan dan keterjagaannya, mendorong inovasi siber agar lebih kompetitif, dan terus mendorong meningkatnya kesadaran dan kepekaan terhadap isu-isu keamanan dan ketahanan nasional di lanskap siber. Sesi ini akan membahas tren-tren terkini mengenai keamanan siber terkait infrastruktur nasional, meningkatnya kekerasan siber dalam konteks Kenormalan Baru, dan mengupas potensi kerja sama yang lebih erat antara AS dan Indonesia di bidang ini.


About this Series

The U.S.-Indonesia bilateral relationship is one of substantial depth and has evolved over time to reflect the changing priorities of each country. The U.S. and Indonesia entered into a Comprehensive Partnership in 2010 that initiated consistent high-level engagement on various issues spanning democracy and civil society, education, security, resilience, and mitigation. The relationship was further upgraded in 2015 with the signing of the US-Indonesia Strategic Partnership, which expanded the cooperation into various issues that have regional and global significance.

At the turn of a new decade, our countries are both at a crossroads: confronting a highly volatile political, economic, and security environment in the midst of an international health crisis.

To this end, Pacific Forum is proud to launch the virtual series “Adapting to COVID-19: Indonesia, the United States and the Indo-Pacific,” with support from the US Embassy in Jakarta. Pacific Forum will collaborate with the Centre for Strategic and International Studies Indonesia (CSIS Indonesia) throughout this series.

The nine-part virtual series will address broad, cross-cutting issues that impact both countries: emerging security issues, COVID-19, regional and bilateral trade and investment, and democracy and civil society. It will feature American and Indonesian experts with diverse yet complementary backgrounds to examine the trajectory of US-Indonesia relations in the new normal.

Latar Belakang

Hubungan bilateral AS-Indonesia adalah hubungan yang mendalam dan telah berevolusi seiring waktu untuk merefleksikan perubahan prioritas masing-masing negara. AS dan Indonesia memasuki Kemitraan Komprehensif (Comprehensive Partnership) pada tahun 2010 yang memulai kerja sama tingkat tinggi secara konsisten di berbagai isu yang mencakup demokrasi dan masyarakat sipil, pendidikan, keamanan, ketahanan, dan mitigasi. Hubungan ini ditingkatkan lebih lanjut pada tahun 2015 melalui penandatanganan Kerja Sama Strategis (Strategic Partnership) AS-Indonesia, yang memperluas kerja sama ini ke berbagai isu yang memiliki signifikansi regional dan global.

Memasuki dekade baru ini, kedua negara kita ada di persimpangan jalan, menghadapi lingkungan politik, ekonomi, dan keamanan yang tidak stabil di tengah-tengah sebuah krisis kesehatan internasional.

Maka dari itu, Pacific Forum dengan bangga meluncurkan seri virtual “Beradaptasi dengan COVID-19: Indonesia, Amerika Serikat, dan Wilayah Indo-Pasifik”, dengan dukungan dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. Pacific Forum akan bekerja sama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sepanjang seri virtual ini.

Seri virtual sembilan-bagian ini akan menjawab isu-isu yang luas yang berdampak ke kedua negara: isu-isu keamanan yang muncul, COVID-19, perdagangan dan investasi regional dan bilateral, serta demokrasi dan masyarakat sipil. Seri ini akan melibatkan pakar-pakar Amerika dan Indonesia dengan latar belakang yang beragam namun saling melengkapi untuk mengupas alur hubungan AS-Indonesia di dalam new normal.


This series is held with support from the US Embassy Jakarta and
in collaboration with the Centre for Strategic and International Studies Indonesia.